
Bea tambahan impor Section 122 pada Februari 2026 mengubah perencanaan tarif Amerika Serikat, tetapi tidak pernah berlaku untuk matcha. Setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan pada 20 Februari 2026 bahwa IEEPA tidak memberikan kewenangan untuk mengenakan tarif, pemerintah memberlakukan bea tambahan global sementara sebesar 10% berdasarkan Section 122 Trade Act of 1974, yang berlaku dari 24 Februari hingga 24 Juli 2026. Setiap subpos teh dalam pos HTS 0902 tercantum dalam daftar pengecualian Annex II pada proklamasi tersebut, sehingga entri impor matcha tidak dikenai bea tambahan. Bea tambahan tersebut berakhir pada 24 Juli 2026 dan pada hari yang sama digantikan oleh bea Section 301 yang juga mengecualikan teh. Matcha tanpa perisa masuk ke Amerika Serikat dengan HTS 0902.10.90 atau 0902.20.90 pada tarif umum Free (bebas bea); hanya teh hijau berperisa yang dikenai bea dasar. Importir yang dalam model landed cost (biaya total hingga tiba) masih menambahkan bea tambahan 10% atau bea dasar 6,4% pada matcha biasa menaksir biaya mereka terlalu tinggi.
Panduan ini adalah rujukan bea Section 122 tahun 2026 bagi importir matcha yang berbasis di Amerika Serikat — jaringan kafe, merek D2C, produsen makanan, dan perusahaan suplemen yang mendatangkan matcha dari Jepang atau negara asal lainnya. Panduan ini membahas kerangka hukum di balik bea tambahan tersebut, kode HS dan pengecualian yang relevan bagi teh, metodologi perhitungan, dokumentasi yang diperlukan untuk pelaporan yang akurat, pengungkit biaya yang masih berada dalam kendali importir, serta prospek kebijakan per September 2026.
Poin penting tentang bea Section 122 untuk matcha
- Tanggal berlaku: 24 Februari hingga 24 Juli 2026 (batas waktu 150 hari menurut undang-undang), menyusul putusan Mahkamah Agung pada 20 Februari 2026 tentang tarif berbasis IEEPA. Kongres tidak memperpanjangnya.
- Tarif: 10% ad valorem atas nilai pabean (nilai transaksi, yang tidak mencakup biaya angkut dan asuransi internasional).
- Kode HS yang terkena: Tidak ada untuk teh. Setiap subpos dalam pos 0902 (0902.10, 0902.20, 0902.30, 0902.40) tercantum dalam daftar pengecualian Annex II. Matcha curah biasanya termasuk dalam 0902.20.
- Tarif gabungan: Matcha tanpa perisa (0902.10.90 / 0902.20.90) bebas bea (Free); teh hijau berperisa dikenai 6,4%, atau 3,2% untuk barang asal Jepang yang memenuhi syarat. Tidak ada bea tambahan yang dikenakan di atasnya.
- Dampak biaya: Tidak ada dari Section 122. Landed cost matcha ditentukan oleh harga produk, biaya angkut, asuransi, Merchandise Processing Fee (biaya pemrosesan barang), Harbor Maintenance Fee (biaya pemeliharaan pelabuhan) untuk entri impor melalui laut, dan biaya broker.
- Respons strategis: Hapus setiap baris bea tambahan dari model COGS untuk Amerika Serikat; pastikan klasifikasi pada setiap entri impor; pantau pengumuman di Federal Register yang dapat mengubah pengecualian teh dari Section 301.
Daftar isi
- Latar belakang: Section 122 dan matcha
- Kerangka hukum
- Kode HS dan pengecualian teh dari Section 122
- Metodologi perhitungan bea
- Dokumentasi dan pelaporan
- Respons strategis bagi importir
- Prospek kebijakan 2027 dan seterusnya
- FAQ
1. Latar belakang: Section 122 dan matcha
Memahami kondisi bea tahun 2026 memerlukan pemahaman atas sejarah yang melatarbelakanginya.
2025: Rezim tarif berbasis IEEPA
Mulai tahun 2025, pemerintah menggunakan kewenangan berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) untuk mengenakan tarif impor yang luas pada berbagai kategori, termasuk produk pertanian. Impor matcha dari Jepang dikenai tarif resiprokal selama 2025 (10% sejak April, kemudian 15% termasuk bea MFN berdasarkan kerangka kesepakatan Amerika Serikat–Jepang) hingga sebuah perintah eksekutif mengeluarkan kopi, teh, dan produk pertanian lainnya dari tarif resiprokal, berlaku efektif 13 November 2025.
Februari 2026: Putusan Mahkamah Agung
Pada 20 Februari 2026, Mahkamah Agung dalam perkara Learning Resources, Inc. v. Trump memutuskan bahwa IEEPA tidak memberikan kewenangan kepada Presiden untuk mengenakan tarif. Sebuah perintah eksekutif yang ditandatangani pada hari yang sama mengakhiri bea berbasis IEEPA, dan CBP berhenti memungutnya pada 24 Februari 2026.
Februari 2026: Pemberlakuan Section 122
Dalam beberapa hari setelah putusan Mahkamah Agung, pemerintah mengumumkan bea pengganti berdasarkan Section 122 Trade Act of 1974, yang memberikan "kewenangan neraca pembayaran" (balance of payments authority) untuk mengenakan bea tambahan impor. Berbeda dengan IEEPA, Section 122 secara tegas memberikan kewenangan untuk mengenakan bea tambahan impor, tetapi bea tambahan tersebut tetap digugat: Court of International Trade (pengadilan perdagangan internasional Amerika Serikat) menyatakan proklamasi tersebut tidak sah pada 7 Mei 2026, dengan pemulihan hak yang terbatas pada para penggugat dalam perkara tersebut, dan pada 11 Juni 2026 Federal Circuit (pengadilan banding federal) menangguhkan putusan itu selama proses banding berlangsung, sehingga pemungutan tetap berjalan hingga bea tambahan tersebut berakhir.
Bea pengganti Section 122: 10% ad valorem atas nilai pabean dari 24 Februari hingga 24 Juli 2026, berlaku secara global dengan pengecualian produk yang tercantum dalam Annex II proklamasi tersebut. Annex II mengecualikan produk pertanian tertentu, termasuk setiap subpos teh hijau dan teh hitam dalam pos 0902, sehingga matcha tidak dikenai bea tambahan Section 122 di atas tarif dasarnya (bebas bea untuk teh hijau tanpa perisa, 6,4% untuk yang berperisa).
2. Kerangka hukum
Kewenangan Section 122
- Dasar hukum: Trade Act of 1974, Section 122.
- Tujuan: Memungkinkan Presiden mengenakan bea tambahan impor sementara "untuk menangani defisit neraca pembayaran Amerika Serikat yang besar dan serius."
- Tarif maksimum: 15% menurut undang-undang. Tarif 10% pada tahun 2026 berada di bawah batas tersebut.
- Durasi maksimum: 150 hari, kecuali diperpanjang melalui undang-undang yang disahkan Kongres. Kongres tidak memperpanjangnya, dan bea tambahan tersebut berakhir pada 24 Juli 2026.
Konsekuensi praktis bagi matcha
- Berlaku universal dengan pengecualian produk: Berlaku untuk semua negara asal, tidak khusus untuk Jepang, tetapi barang yang diklasifikasikan dalam subpos Annex II dikecualikan apa pun negara asalnya. Bubuk teh hijau asal Tiongkok dan asal negara lain dikecualikan atas dasar yang sama.
- Pengecualian berdasarkan klasifikasi, bukan sertifikasi: Setiap subpos teh hijau dikecualikan, sehingga matcha JAS Organic, USDA Organic, maupun konvensional semuanya berada di luar cakupan bea tambahan. Sertifikasi sama sekali tidak berperan dalam hal ini.
- Tidak ada penumpukan bea untuk matcha: Matcha tanpa perisa (0902.10.90 / 0902.20.90) tetap pada tarif umum Free (bebas bea) tanpa bea tambahan; teh hijau berperisa hanya dikenai tarif dasarnya.
- Mata uang: Nilai pabean dikonversi ke USD menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal ekspor.
Perbedaan dengan rezim sebelumnya
Periode | Dasar kewenangan | Tarif | Status |
|---|---|---|---|
Sebelum 2025 | Jadwal tarif standar | Bebas bea untuk teh hijau tanpa perisa; 6,4% untuk yang berperisa | Stabil |
2025–Feb 2026 | Berbasis IEEPA | 10%, kemudian 15% untuk Jepang; teh dikecualikan sejak 13 Nov 2025 | Dibatalkan Feb 2026 |
24 Feb–24 Jul 2026 | Section 122 | Bea tambahan 10%; teh dikecualikan (Annex II) | Berakhir 24 Jul 2026; digantikan oleh bea Section 301, yang juga mengecualikan teh |
3. Kode HS dan pengecualian teh dari Section 122
Untuk klasifikasi HS matcha secara umum, tarif bea, dan ruling di luar Section 122, lihat panduan kode HS matcha — halaman tersebut menjadi rujukan utama untuk dasar-dasar klasifikasi.
Yang penting di sini adalah bahwa setiap klasifikasi teh tercantum dalam daftar pengecualian Section 122, dan subpos yang sama dikecualikan dari bea Section 301 yang menggantikannya. Untuk matcha dan produk teh hijau terkait:
Kode HS | Uraian | Matcha yang umumnya masuk ke kode ini |
|---|---|---|
0902.10.10 | Teh hijau (tidak difermentasi), dalam kemasan langsung dengan berat isi tidak melebihi 3 kg, berperisa | Campuran matcha berperisa dalam kemasan ritel (6,4%; 3,2% untuk barang asal Jepang yang memenuhi syarat) |
0902.10.90 | Teh hijau (tidak difermentasi), dalam kemasan langsung dengan berat isi tidak melebihi 3 kg, lain-lain (tanpa perisa) | Kaleng matcha ceremonial dan konvensional dalam kemasan ritel (bebas bea) |
0902.20.10 | Teh hijau (tidak difermentasi) dalam kemasan langsung dengan berat isi melebihi 3 kg, berperisa | Teh hijau curah berperisa (6,4%; 3,2% untuk barang asal Jepang yang memenuhi syarat) |
0902.20.90 | Teh hijau (tidak difermentasi) dalam kemasan langsung dengan berat isi melebihi 3 kg, lain-lain (tanpa perisa) | Sebagian besar matcha curah B2B, organik maupun konvensional (bebas bea) |
0902.30.00 | Teh hitam (difermentasi) dan teh yang difermentasi sebagian, dalam kemasan langsung dengan berat isi tidak melebihi 3 kg | Tidak berlaku untuk matcha |
Pertimbangan klasifikasi khusus matcha
- Bubuk vs daun: Keduanya diklasifikasikan dalam 0902 sebagai teh hijau; bentuk "bubuk" tidak mengubah klasifikasi.
- Giling batu vs giling jet (jet mill): Kode HS sama, apa pun metode penggilingannya.
- Asal: Klasifikasi HS sama untuk matcha asal Jepang, asal Tiongkok, maupun asal negara lain mana pun.
- Status organik: Dicatat melalui akhiran statistik 10 digit (misalnya, 0902.20.90.15 untuk organik bersertifikat vs 0902.20.90.50 untuk lain-lain), bukan baris tarif tersendiri; keduanya dikecualikan dari Section 122.
Risiko kesalahan klasifikasi
- Mengklasifikasikan matcha dalam kode HS non-teh (misalnya, olahan makanan): Merupakan kesalahan klasifikasi; membawa risiko bea yang lebih tinggi jika terdeteksi, termasuk kekurangan bea yang harus dibayar susulan dan sanksi.
- Memecah pengiriman untuk mengklaim klasifikasi kemasan kecil: Mungkin dapat diterima, mungkin juga tidak, tergantung pada struktur pengiriman; konsultasikan dengan customs broker.
- Tidak mengungkapkan "mengandung teh" pada produk komposit: Produk komposit (campuran matcha-kakao, bubuk protein matcha) dapat diklasifikasikan di luar pos 0902, dan di luar pos tersebut pengecualian untuk teh serta tarif Free (bebas bea) tidak otomatis berlaku.
4. Metodologi perhitungan bea
Perhitungan bea langkah demi langkah
Untuk contoh pengiriman yang representatif: 100 kg matcha grade latte tanpa perisa seharga USD 75/kg FOB Jepang, dikirim melalui udara.
Langkah | Perhitungan | Hasil |
|---|---|---|
1. Biaya produk (FOB) | 100 kg × $75/kg | $7.500 |
2. Biaya angkut ke Amerika Serikat (udara, Pantai Barat) | 100 kg × $7/kg | $700 |
3. Asuransi | ~1% dari FOB+biaya angkut | $82 |
4. CIF (dasar landed cost) dan nilai pabean | CIF = FOB + biaya angkut + asuransi; nilai pabean = harga FOB, karena nilai transaksi tidak mencakup biaya angkut dan asuransi internasional | CIF $8.282; nilai pabean $7.500 |
5. Bea dasar (HS 0902.20.90, tarif umum Free) | Nilai pabean × 0% | Tidak ada |
6. Bea tambahan Section 122 (24 Feb–24 Jul 2026) atau bea Section 301 (sejak 24 Jul 2026) | Teh dikecualikan berdasarkan Annex II pada masing-masing kebijakan | Tidak ada |
7. Merchandise Processing Fee (MPF, biaya pemrosesan barang) | 0,3464% dari nilai pabean, dengan batas biaya minimum dan maksimum yang disesuaikan setiap tahun oleh CBP | Biaya minimum (0,3464% dari nilai pabean ini berada di bawah batas minimum tersebut) |
8. Harbor Maintenance Fee (HMF, hanya pengiriman laut) | 0,125% dari nilai kargo | Tidak berlaku (udara) |
Total bea dan biaya | — | Hanya biaya minimum MPF |
9. Biaya customs broker (umumnya) | — | $225 |
Total biaya di atas CIF | — | Biaya minimum MPF ditambah biaya broker, sekitar 3,1% dari CIF |
Landed cost efektif per kg | ($8.282 + MPF + biaya broker) / 100 kg | CIF per kg ditambah sekitar 3,1%, tanpa bea |
Perbandingan: sebelum dan sesudah 13 November 2025
- Sebelum 13 November 2025: Matcha Jepang juga dikenai tarif resiprokal IEEPA (10% sejak April 2025, kemudian 15% termasuk bea MFN) atas nilai pabean.
- Sejak 13 November 2025: Teh dikecualikan dari tarif IEEPA, kemudian dari Section 122 (24 Februari hingga 24 Juli 2026), dan kini dari Section 301. Pengiriman di atas tidak dikenai bea sepanjang periode tersebut, hanya MPF dan biaya broker.
- Dampak tahunan pada volume 1.200 kg/tahun: Tidak ada dari Section 122. Model yang menambahkan bea tambahan 10% dan bea dasar 6,4% pada matcha tanpa perisa menaksir bea terlalu tinggi sebesar 16,4% dari nilai pabean pada setiap entri impor.
Pertimbangan perhitungan
- Dasar nilai pabean: Bea ad valorem dan MPF dihitung atas nilai transaksi, yang tidak mencakup biaya angkut dan asuransi internasional (19 U.S.C. 1401a). Biaya angkut dan asuransi menaikkan landed cost, tetapi tidak menaikkan bea.
- Pertimbangan angkutan udara vs laut: Biaya angkut laut yang lebih rendah langsung menurunkan landed cost; hal ini tidak mengubah bea, dan entri impor melalui laut menambah HMF. Untuk matcha grade lebih rendah yang masih layak dikirim dengan angkutan laut reefer (kontainer berpendingin), penghematan biaya angkutnya cukup berarti.
- Asuransi: Tarif standar 1% dari FOB+biaya angkut adalah hal yang umum; sebagian importir mengasuransikan dengan tarif lebih rendah, yang menurunkan landed cost.
- Mata uang: Nilai pabean dikonversi ke USD dengan kurs yang berlaku pada tanggal ekspor. Yen yang lebih lemah menurunkan nilai USD dari faktur dalam denominasi yen.
5. Dokumentasi dan pelaporan
Bea tambahan Section 122 dilaporkan melalui sistem entri kepabeanan yang sama dengan bea dasar, dan bea Section 301 yang menggantikannya dilaporkan dengan cara yang sama. Dokumentasi yang diperlukan untuk entri impor matcha:
Saat entri kepabeanan
- CBP Form 3461 (Entry/Immediate Delivery, untuk pelepasan segera)
- CBP Form 7501 (Entry Summary, ringkasan entri) — mendeklarasikan klasifikasi HTS dan bea terutang, termasuk baris Chapter 99 jika ada
- Faktur komersial dengan deklarasi kode HS
- Daftar kemasan (packing list)
- Bill of Lading atau Airway Bill
- Konfirmasi FDA Prior Notice
Tanggung jawab pelaporan
- Importer of Record (importir yang tercatat): Bertanggung jawab secara hukum atas keakuratan deklarasi dan pembayaran bea.
- Customs broker: Biasanya mengajukan dokumen atas nama importir. Importir tetap bertanggung jawab atas keakuratan entri kepabeanan dan pembayaran akhir.
- Pelaporan mandiri: Sebagian importir yang lebih besar melakukan pelaporan sendiri menggunakan ACE (Automated Commercial Environment) — memerlukan kode filer CBP dan personel terlatih.
Penyimpanan catatan
- Catatan entri kepabeanan: 5 tahun sejak tanggal entri
- Faktur komersial dan dokumentasi pendukung: 5 tahun
- Catatan FSVP: 2 tahun (persyaratan penyimpanan tersendiri)
- Catatan pembayaran bea: 5 tahun
6. Respons strategis bagi importir
Section 122 tidak menambah bea apa pun pada matcha, tetapi importir memiliki empat respons strategis utama terhadap setiap kenaikan landed cost, baik akibat kebijakan tarif di masa mendatang yang menjangkau teh, lonjakan biaya angkut, maupun perubahan harga dari supplier.
Respons 1: Menyerap biaya (tanpa tindakan)
- Pendekatan: Menerima kenaikan landed cost sebagai biaya yang tidak diteruskan ke pelanggan; diserap dalam margin.
- Kapan cara ini efektif: Merek dengan ruang margin kotor yang lebar; produk yang harganya sulit diubah dan berisiko kehilangan pelanggan jika kenaikan biaya diteruskan.
- Kapan cara ini gagal: Pelaku usaha bermargin menengah yang profitabilitasnya tergerus secara material oleh kenaikan landed cost 10%.
Respons 2: Meneruskan ke harga ritel
- Pendekatan: Menyesuaikan harga ritel untuk mengimbangi kenaikan landed cost.
- Perhitungan: Produk ritel dengan margin kotor 50% memerlukan kenaikan harga ritel sekitar 5% untuk sepenuhnya mengimbangi kenaikan landed cost sebesar 10% (karena biaya adalah setengah dari pendapatan).
- Kapan cara ini efektif: Produk berposisi premium, yang basis pelanggannya menerima kenaikan harga yang moderat.
- Kapan cara ini gagal: Produk pasar massal atau yang sensitif terhadap harga, yang permintaannya turun secara berarti akibat kenaikan harga 5%.
Respons 3: Menekan landed cost melalui optimalisasi Incoterms / biaya angkut
- Beralih dari CIF ke FOB: Kelola sendiri pengangkutan Anda untuk mengurangi markup biaya angkut; biaya angkut yang lebih rendah berarti landed cost yang lebih rendah, meskipun bea tidak berubah karena biaya angkut bukan bagian dari nilai pabean Amerika Serikat.
- Beralih dari angkutan udara ke angkutan laut reefer (jika grade memungkinkan): Angkutan laut reefer seharga USD 1,50–2,50/kg dibandingkan angkutan udara seharga USD 5–12/kg secara signifikan menurunkan landed cost; penghematannya hanya pada biaya angkut, karena bea dihitung atas nilai transaksi.
- Pengiriman konsolidasi melalui freight forwarder: Untuk pengiriman berukuran menengah, angkutan udara konsolidasi dapat menurunkan biaya angkut per kg sebesar 15–20%.
- Kapan cara ini efektif: Importir yang telah memiliki hubungan mapan dengan penyedia jasa angkutan dan grade yang tahan terhadap pengiriman laut (grade culinary dan di bawahnya).
Respons 4: Beralih ke pengaturan DDP dengan supplier Jepang
- Pendekatan: Negosiasikan Delivered Duty Paid (DDP) dengan supplier Jepang — supplier menangani pengangkutan, pengurusan kepabeanan, dan pembayaran bea atas nama pembeli.
- Cara kerjanya: Supplier menjadi Importer of Record; mengelola pembayaran bea dan biaya secara internal; menagih pembeli dengan harga DDP all-in (sudah mencakup semua biaya).
- Kelebihan: Menghilangkan kerumitan pelaporan kepabeanan; biaya per kg yang dapat diprediksi; supplier dapat menanggung sebagian risiko mata uang atau bea.
- Kekurangan: Harga DDP biasanya mengandung premi 10–15% dibandingkan pembelian FOB dengan pengangkutan dan kepabeanan yang dikelola sendiri oleh pembeli; tanggung jawab FSVP tetap berada pada pembeli.
- Kapan cara ini efektif: Importir yang lebih kecil tanpa hubungan mapan dengan customs broker; importir yang lebih mengutamakan kesederhanaan daripada optimalisasi biaya.
Strategi gabungan
Ketika kenaikan biaya benar-benar terjadi, importir dapat menggabungkan beberapa respons — misalnya, meneruskan 50% kenaikan ke harga ritel, menyerap 25%, dan memulihkan 25% melalui optimalisasi biaya angkut atau Incoterms. Pendekatan gabungan ini menyebarkan dampaknya tanpa terlalu bergantung pada satu pengungkit saja.
7. Prospek kebijakan 2027 dan seterusnya
Durasi Section 122
- Batas menurut undang-undang: 150 hari kecuali diperpanjang melalui undang-undang yang disahkan Kongres. Bea tambahan tersebut berlaku dari 24 Februari hingga 24 Juli 2026 dan tidak diperpanjang.
- Litigasi: Court of International Trade menyatakan proklamasi tersebut tidak sah pada 7 Mei 2026 bagi para penggugat dalam perkara tersebut, dan pada 11 Juni 2026 Federal Circuit menangguhkan putusan itu selama proses banding berlangsung. Hasil perkara ini tidak memengaruhi entri impor matcha, yang memang dikecualikan.
- Rezim pengganti: Bea Section 301 mulai berlaku pada 24 Juli 2026 atas barang dari ekonomi-ekonomi yang diselidiki, sebesar 10% atau 12,5% tergantung ekonominya (untuk Jepang, 12,5% termasuk bea MFN). Per September 2026, teh dikecualikan berdasarkan Annex II, Part A dari kebijakan tersebut, yang mencakup barang dari ekonomi mana pun yang diselidiki.
Hasil negosiasi perdagangan
- Ketentuan bilateral Amerika Serikat–Jepang: Tarif khusus 3,2% untuk teh hijau berperisa asal Jepang yang memenuhi syarat tetap tercantum dalam jadwal tarif; matcha tanpa perisa memang sudah bebas bea (Free).
- Risiko pengecualian: Pengecualian teh dari bea Section 301 bergantung pada daftar Annex II dalam pengumuman USTR; setiap perubahan atas daftar tersebut akan dilakukan melalui pengumuman Federal Register berikutnya.
- Lini masa: Pantau pengumuman yang mengubah lampiran (annex) Section 301 untuk melihat perubahan pada pos 0902, alih-alih menyusun rencana berdasarkan kalender negosiasi.
Rekomendasi perencanaan bagi importir
- Susun anggaran berdasarkan tarif untuk klasifikasi Anda. Bebas bea (Free) untuk matcha tanpa perisa (0902.10.90 / 0902.20.90); 6,4%, atau 3,2% untuk barang asal Jepang yang memenuhi syarat, untuk teh hijau berperisa; ditambah MPF, serta HMF untuk entri impor melalui laut.
- Diversifikasikan bauran negara asal. Section 122 mengecualikan teh apa pun negara asalnya, dan pengecualian teh dari Section 301 berlaku untuk setiap ekonomi yang diselidiki. Keragaman negara asal tetap melindungi dari perubahan tarif yang khusus berlaku untuk negara tertentu.
- Dokumentasikan bea yang dibayar pada setiap entri impor. Jika bea tambahan sempat dikenakan pada entri teh yang dikecualikan, catatan entri impor mendukung pengajuan koreksi, protes, atau permohonan pengembalian dana.
- Pantau pengumuman pemerintah. Pergeseran kebijakan perdagangan dapat terjadi dengan cepat; importir akan diuntungkan dengan mencermati pengumuman USTR dan CBP.
Rencanakan landed cost matcha untuk Amerika Serikat bersama First Agri. Pengaturan DDP tersedia bagi importir Amerika Serikat yang baru pertama kali mengimpor; harga FOB bagi importir mapan yang lebih memilih mengelola bea sendiri; saran optimalisasi pengangkutan untuk memilih moda pengiriman yang sesuai dengan grade.
Ajukan konsultasi optimalisasi bea impor ke Amerika Serikat →
FAQ
Berapa bea masuk Section 122 Amerika Serikat untuk matcha?
Tidak ada. Section 122 merupakan bea tambahan sementara sebesar 10% atas nilai pabean yang berlaku dari 24 Februari hingga 24 Juli 2026, dan setiap subpos teh dalam pos HTS 0902 tercantum dalam daftar pengecualian Annex II-nya. Matcha tanpa perisa bebas bea (Free) dalam 0902.10.90 atau 0902.20.90; teh hijau berperisa dikenai 6,4%, atau 3,2% untuk barang asal Jepang yang memenuhi syarat.
Kapan bea Section 122 mulai berlaku?
Pada 24 Februari 2026, empat hari setelah Mahkamah Agung memutuskan bahwa IEEPA tidak memberikan kewenangan untuk mengenakan tarif. Bea ini berakhir pada 24 Juli 2026 dan pada hari yang sama digantikan oleh bea Section 301, yang juga mengecualikan teh.
Apakah bea Section 122 berlaku untuk matcha organik?
Tidak. Matcha organik maupun konvensional sama-sama dikecualikan, karena pengecualian tersebut mengikuti klasifikasi HTS 0902. Sertifikasi JAS Organic, USDA Organic, atau EU Organic sama sekali tidak membuat perbedaan.
Apakah bea Section 122 berlaku untuk matcha dari Tiongkok?
Tidak. Pengecualian Annex II berlaku untuk semua teh yang diklasifikasikan dalam pos 0902, apa pun negara asalnya, sehingga bubuk teh hijau dan matcha asal Tiongkok dikecualikan atas dasar yang sama dengan produk asal Jepang. Bea apa pun yang khusus dikenakan terhadap Tiongkok terpisah dari Section 122.
Dapatkah pengaturan DDP dengan supplier Jepang saya menghilangkan bea Section 122?
Tidak ada bea Section 122 atas matcha yang perlu dihilangkan. Secara umum, DDP tidak menghapus bea; supplier menjadi pihak yang bertanggung jawab membayarnya dan memasukkan biaya tersebut ke dalam harga all-in per kg, sehingga bea tetap dibayar, hanya oleh pihak lain dalam rantai pasok.
Berapa lama bea Section 122 berlaku?
Bea tersebut telah berakhir. Bea tambahan ini mencapai batas 150 hari menurut undang-undang pada 24 Juli 2026 dan Kongres tidak memperpanjangnya. Pada Juni 2026, Federal Circuit menangguhkan putusan pengadilan perdagangan yang menyatakannya tidak sah selama proses banding berlangsung, tetapi perkara tersebut tidak pernah memengaruhi matcha, yang memang dikecualikan.
Bacaan terkait
- Cara Mengimpor Matcha dari Jepang: Kajian Mendalam Regulasi FDA, Uni Eropa, dan GCC 2026
- Cara Membeli Matcha Grosir dari Jepang: Panduan Langkah demi Langkah bagi Importir Pemula
- Grosir Matcha 2026: Panduan Lengkap Pembeli B2B untuk Pengadaan dari Jepang
- Persyaratan FDA untuk Mengimpor Matcha ke Amerika Serikat: Panduan Kepatuhan Lengkap
- Panduan Pembelian Matcha Curah 2026: Tingkatan MOQ, Pengiriman & TCO untuk Pembeli B2B
- Negosiasi Grosir Matcha 2026: Panduan B2B di Tengah Pasokan Ketat
Optimalkan keekonomian impor matcha ke Amerika Serikat bersama First Agri.
Opsi FOB dan DDP untuk pengiriman tujuan Amerika Serikat, saran optimalisasi pengangkutan, serta dukungan penuh untuk perhitungan bea dan landed cost di Amerika Serikat. Pengadaan dari berbagai negara asal melalui satu hubungan supplier untuk mengelola eksposur bea di berbagai pasar.


